Cendekiawan Muslim

  1. gusdur-caknur
    1. Pengertian Cendekiawan

Cendekiawan adalah orang yang memiliki sikap hidup yang terus meningkatkan kemampuan berpikirnya untuk dapat mengetahui atau memahami sesuatu[1]

  1. Cendekiawan Muslim dan Pearadaban

Zaman keemasan Islam merupakan masa yang merekam jejak sejarah peradaban Islam memberikan kontribusi penting bagi kemajuan dunia Modern sekarang, tanpa ada peradaban Islam terasa mustahil tiang-tiang peradaban Modern dapat berdiri tegak seperti saat ini. Peradaban yang membangun masa keemasan Islam tidak terlepas dari para Cendikiawan Muslim pada Zaman itu yang mengembangkan Ilmu pengetahuan tidak hanya terbatas pada agama akan tetapi juga Sains.

        Mereka mendirikan universitas-universitas besar yang selama beberapa abad melebihi apa yang dipunyai oleh eropa Kristen. Universitas-universitas di Baghdad, Al-Qahirah (Kairo), dan Khurtubah (Kordoba) khususnya sangat termahsyur universitas al-Qahirah mempunyai mahasiswa sebanyak 12.000 orang. Perpustakaan-perpustakaan besar dibangun, beberapa buah diantaranya berisi beratus ribu jilid buku yang semuanya terdaftar dan tersusun rapi. Banyak orang Kristen yang belajar di universitas Khurtubah membawa ilmu dan kebudayaan negeri-negeri asal mereka serta pengaruh universitas Spanyol ke universitas Paris,Oxford, dan universitas-universitas yang mereka bangun di Italia utara, tentunya besar. Salah seorang mahasiswa Kristen yang paling masyhur di universitas Khurtubah adalah Gerbert, di kemudian hari dikenal sebagai Paus Sylvester II, yang berbuah banyak untuk memperkenalkan ilmu pasti pada Eropa.[2]

Peradaban yang dibangun oleh Cendikiawan Muslim pada zaman itu bukan merupakan peradaban yang bersifat lokal akan tetapi membentuk peradaban yang universal yang menghasilkan Impact bagi kemanusiaan pada zaman itu, sehingga tidak ada lagi batasan agama,teritorial,ras atau budaya yang menghalangi transformasi peradaban dan ilmu pengetahuan yang berkembang pesat pada zaman itu yang membentuk pilar-pilar dari peradaban ilmiah modern saat ini.

Tugas kiri Islam juga menarik peradaban Barat bersama kekuatan militernya ke dalam batas-batas Barat, setelah Imperialisme terpecah, dan menjadikannya sebagai objek studi dari peradaban non-Barat bahkan membangun ilmu baru bernama Oksidentalisme untuk menandingi Orientalisme lama. Orientalisme memang manifestasi dari watak rasional Eropa. Ideologi dan motivasi tersembunyinya adalah keinginan mengungkap peradaban Timur sebagai sebuah objek studi. Karena perhatian kita telah banyak dikuras untuk menangkis balik penilaian yang dilakukan Orientalisme atas peradaban Islam, kita lupa membangun otensitas kita sendiri, bahkan meruntuhkan Orientalisme hingga ke akar-akarnya dan menjadikannya sebagai objek studi (dengan Oksidentalisme) lebih dari sekedar “Studi Orientalisme.” Mungkin dengan jalan itu kita mulai melakukan reformasi agama, kebangkitan rasionalisme, dan pencerahan. Mungkin apa yang mereka kaji dengan upaya humanistik yang khas itu adalah “Islam” yang sejak abad pertengahan kita abaikan.[3]

        Untuk pertama kalinya harus diakui bahwa kita sepenuhnya berutang budi kepada orang-orang Arab mengenai gagasan percobaan dan pengamatan dasar-dasar cara kerja ilmiah modern yang mengesampingkan prabawa sang empu. Jadi, pengutamaan ini bukanlah pekerjaan bacon yang selama ini dianggap sebagai penemunya.[4]


[1] Tim Penyusun, 1995, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, hal.183

[2] S.I. Poeradisastra, 2008, Sumbangan Islam Kepada Ilmu dan Peradaban Modern, Komunitas Bambu, Jakarta, hal.24

[3] Kazuo Shimogaki, 2011, Kiri Islam, LKiS, Yogyakarta, hal.137-138

[4] S.I. Poeradisastra, 2008, Sumbangan Islam Kepada Ilmu dan Peradaban Modern, Komunitas Bambu, Jakarta, hal.25

Artikel Terkini :

About these ads

2 thoughts on “Cendekiawan Muslim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s