Filsafat Islam VS Modern

Filsafat dipandang sebelah mata oleh islam , karena menganggap bahwa akal diatas wahyu. Maka dari itu disaat al ghazali mengkritik filsafat maka ditandai sebagai kemenangan agama atas filsafat. Akan tetapi al ghazali mengarang attahafut alfalasifah mengkritik beberapa filosof yang menurutnya rancu, bukan filsafatnya. Maka dari itu al ghazali menggunakan kata “alfalasifah”. Menurut M M sharif bahwa didalam alquran terdapat banyak tema-tema mengenai filsafat, sebagai contoh pembicaraan tentang wujud. Lalu quran berbicara juga mengenai dunia dan alam semesta di dalam filsafat juga dibahas dalam daerah cosmology. Alquran juga berbicara tentang eksistensi manusia dan sumber-sumber pengetahuan. Jadi dalam hal tema-tema yang dibahas alquran dan filsafat memiliki persamaan, filsafat islam merupakan sesuatu yang sah dalam islam. Seyyed hosein nasr, setiap mazhab selalu mendasarkan dirinya pada alquran.

Akan tetapi seyyed hosein nasr disamping membela filsafat tetapi juga selalu mengkritik filsafat modern, karena beraliran positivism. Karena jika dahulu filsafat menjadi induk ilmu pengetahuan sekarang induk ilmu itu ialah fisika.

Krisis internal maupun eksternal filsafat modern. Krisis internal ditandai runtuhnya asumsi-asumsi dasar dari positivism dan krisis eksternal berupa dampak praktis seperti kerusakan lingkungan dan lain-lain.

Di dalam tradisional selalu diawali dengan yang metafisik berhierarki lalu ke materi, positivism telah mereduksi realitas dari yang bersifat holistic-hierarkis menjadi hanya sebagai realitas positivistic dan hanya mengakui satu metode yaitu metode observasi.

Karena itu status ontologism objek-objek non empiris dikritik dan diragukan status ilmiah dari ilmu-ilmu yang menjadikan objek-objek tersebut sebagai objek formalnya, dan menyebutnya pseudo atau quasi-ilmiah.

Dan memiskinkan pengetahuan manusia karena sudah tidak memiliki akses lagi terhadap pengetahuan spiritual yang pada akhirnya menyebabkan krisis presepsi manusia modern.

Kenapa filsafat masih dibutuhkan?

Krisis modern (epistemology dan ekologi) terjadi Karena adanya krisis presepsi yaitu dari presepsi holistic filosofis ke parsial-positivistik, pelepasan sains dari filsafat berarti hilangnya kesempatan bagi sains untuk mengambil manfaat dari kekayaan filsafat (trasendentalisme dan ragiusitas) atau setidak-tidaknya dari etika. (misal cloning)

Pada kenyataannya sains tak pernah bisa benar-benar terlepas dari filsafat, yakni metafisika, yang ada hanya pergeseran dari metafisika transcendental ke metafisika sekuler.

Posititvisme mendorong kita (baik secara actual maupun potensial) untuk melakukan pengingkaran terhadap eksistensi tuhan,agama,dan wahyu yang diturunkannya suatu fenomena yang tentu saja sangat tidak kita harapkan sebagai muslim.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s