MONOTHEISME

PENDAHULUAN

 

Monotheysme adalah percaya dengan satu tuhan atau tuhan yang tunggal dan tuhan yang esa, dan tidak ada lagi pencipta,penguasa,menghidupkan dan mematikan kecuali tuhan yang esa itu. Perkembangan pemikiran manusia mengenai ketuhanan selalu mengalami perkembangan, dan disetiap perkembangan itu selalu mempunyai kelebihan dan kekurangan dan semakin majunya zaman dan semakin majunya pemikiran manusia mengenai ketuhanan maka konsep pemahaman mengenai tuhan akan terus berubah karena manusia hanyalah makhluk yang terbatas dan tuhan adalah sesuatu zat yang tidak terbatas maka dari itu sulit bagi sesuatu yang terbatas memikirkan sesuatu yang tidak terbatas, maka dari itu selalu ada perubahan mengenai konsep pemahaman mengenai ketuhanan.

Makalah ini akan membahas habis mengenai konsep ketuhanan di agama Islam,Kristen dan juga Hindu. Apakah ketiga agama ini menganut paham ketuhanan monotheysme ? dan adakah perbedaan dan persamaan pandangan monotheysme dari ketiga agama tersebut itu ? akan kita temukan jawabannya nanti di dalam makalah ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ISI

Konsep ketuhanan setiap agama mempunyai ciri masing-masing mengenai ketuhanan dan memiliki banyak persamaan dalam memandang konsep ketuhanan. Di setiap zaman selalu terjadi perubahan mengenai pandangan konsep ketuhanan karena semakin berkembangnya zaman dan semakin berkembangnya rasionalitas manusia dalam memikirkan zat tuhan. Tuhan adalah sesuatu yang tidak terbatas dan manusia merupakan makhluk ciptaan tuhan yang memiliki batasan, jadi sulit untuk memikirkan sesuatu yang tidak terbatas dengan daya akal manusia yang terbatas, maka dari tu pandangan mengenai konsep ketuhanan selalu berubah-ubah. Konsep ketuhanan mengalami perkembangan yang beragam yaitu dari animisme, polytheysme, monotheysme dan pantheysme maka dari itu pemahaman tentang ketuhanan selalu mengalami perkembangan yang signifikan.

 

pemahaman atau konsep tentang Tuhan itu merupakan evolusi. Artinya pemahaman manusia tentang Tuhan adalah suatu proses yang berkembang. Menurut Mukti Ali siklus perkembangan konsep ketuhanan itu mulai dari politheisme lalu monotheisme kemudian pantheisme, dan ada kemungkinan dari pantheisme kembali lagi ke politheisme demikian seterusnya. (Prof. Dr. Mukti Ali, guru besar ilmu perbandingan agama pada Institut Agama Islam Negeri Sunan Kalijaga)

 

jadi, semakin majunya zaman juga semakin berkembangnya pemikiran manusia mengenai ketuhanan. Konsep ketuhanan dalam setiap agama beraneka ragam dan memiliki ciri-ciri masing-masing maka dari itu disini kita akan membahas ciri-ciri dari konsep monotheysme agama Islam,Kristen dan Hindu. Setiap kitab suci yang dimiliki oleh agama akan memiliki ajaran dan pandangan sendiri mengenai ketuhanan tersebut maka dari itu setiap agama memiliki ajaran dan konsep ketuhanan sendiri.

 

Yang perlu kita perhatikan adalah bagaimana kita manusia memikirkan substansi tuhan yang tidak terbatas dengan keterbatasan kita. Di setiap kitab suci agama selalu tuhan berfirman sebagai petunjuk bagi umat manusia, tetapi yang perlu kita perhatikan pada bagian apakah dari manusia tujuan firman dari tuhan ? yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya adalah “akal” manusia memiliki akal sedangkan hewan dan tumbuhan tidak, maka dari itu setiap perintah dan larangan begitu juga ajaran yang terdapat di dalam kitab suci suatu agama adalah dalam rangka tuhan berbicara dengan akal manusia, agar manusia menggunakan akalnya untuk memikirkan apa yang tuhan perintahkan kepada manusia, karena itu sering sekali kita melihat di dalam kitab-kitab suatu agama yang berbicara mengenai akal manusia.

 

Kitab suci tersebut yang menunjukkan kita bagaimana kita menyikapi ajaran agama tersebut dengan akal kita dan terutama memahami konsep ketuhanan dengan akal kita. Kenapa akal disini begitu penting ? ,karena di dalam semua kitab suci agama adalah menyeru manusia kepada kebaikan dan menjauhi kemungkaran tapi kita tidak akan membenarkan apa yang terkandung dalam suatu kitab suci tersebut adalah benar dan baik sebelum ada sesuatu kebaikan yang mendorong kita untuk menyatakan bahwa kitab suci tersebut adalah baik dan benar. Apa sesuatu yang baik itu yang menyeru kita kepada kitab suci tersebut untuk membenarkan apa yang terkandung dalam kitab suci tersebut adalah baik ? kebaikan itu ialah “akal” dengan akal manusia dapat melihat antara yang baik dan buruk, tetapi manusia tidak dapat melihat baik dan buruk sesuatu sampai ke hakikatnya dan banyak sesuatu yang tidak dapat manusia ketahui baik dan buruknya maka dari itulah turunlah kitab suci yang memberi petunjuk kepada manusia mengenai sesuatu yang haq dan yang bathil yang tidak dapat manusia jangkau baik dan buruknya.

 

Akal adalah sesuatu yang sangat penting bagi manusia untuk memikirkan mengenai konsep ketuhanan karena semua agama menyeru kepada manusia untuk memikirkan menggunakan akalnya. Semakin berkembangnya zaman maka semakin berkembangnya juga rasionalitas manusia dan juga mempengaruhi perkembangan manusia dalam memikirkan ketuhanan. Turunnya kitab suci adalah untuk membimbing manusia menggunakan akalnya dalam memikirkan sesuatu terutama mengenai ketuhanan.

 

Mengapa pada zaman dahulu ada kenabian dan ada turunnya kitab suci ? dan mengapa sekarang tidak ada lagi seorang nabi dan tidak turun lagi sebuah kitab suci ? karena pada zaman dahulu manusia belum mengalami perkembangan dalam berpikir dan masih rendahnya rasionalitas manusia sehingga satu-satunya jalan tuhan dalam menunjuki manusia kepada jalan yang benar adalah dengan melalui wahyu dengan mengutus seorang nabi ke daerah tersebut dan karena manusia tidak dapat menjaga ajaran kitab suci tersebut karena masih rendahnya pemikiran manusia seperti seorang anak kecil yang kita beri sebuah buku maka dia tidak akan dapat menjaga buku itu dengan baik. Tapi jika kita memberikan buku itu pada seorang yang dewasa maka dia akan dapat menjaga buku itu dengan baik. Maka dari itu semakin berkembangnya pemikiran manusia maka tidak perlu lagi turunnya wahyu karena daya pikir manusia yang semakin maju dapat menjaga ajaran-ajaran yang diturunkan dari kitab suci. (Muthahari,Murtadha, Kenabian Terakhir, Jakarta,2005 : Lentera)

 

Dari sini kita dapat mengetahui betapa pentingnya dayapikir manusia yang rasional dalam memikirkan konsep ketuhanan yang diikuti oleh berkembangnya daya pikir manusia sehingga menimbulkan efek berkembangnya juga pemahaman ketuhanan yang selalu berubah-ubah seiring berkembangnya zaman.

ISLAM

 

Pada bagian awal ini kita akan membahas bagaimana konsep ketuhanan yang dianut oleh agama islam menurut kitab sucinya al-Quran. Apakah agama islam menganut paham monotheysme ? atau menganut paham politheysme ? , karena di dalam al-quran dijelaskan bahwa allah itu “esa” berarti allah dalam islam adalah bersifat tunggal dan tidak jamak bentuk tuhan, tetapi banyak kita temukan nama-nama tuhan yang mempunyai 99 nama yang disebut asmaul husna. Apakah nama-nama ini menandakan bahwa ketuhanan di dalam islam bukan tuhan yang esa ? dan islam memandang ketuhanan dengan paham polytheisme ? tidak! Buka begitu. Jika kita berpikiran seperti itu maka akan bertentangan dengan banyak ayat dalam al-quran yang berfirman disitu bahwa allah itu esa. Dan mustahil ayat-ayat di dalam al-quran saling bertentangan, karena seharusnya setiap ayat dalam al-quran harus mendukung ayat yang lain.dan tidak mungkin bertentangan seperti hl tersebut maka dari itulah nama-nama tuhan itu hanyalah sebuah nama dan sifat tuhan yang satu. Jadi tuhan yang esa tetapi memiliki banyak nama yang menyatakan kebesarannya dan menjelaskan sifatnya, tetapi tetap satu esensi tuhan hanya nama nya yang banyak yang menyatakan kebesaran tuhan.

 

“Dan tidaklah Kami mengutus sebelum kamu dari seorang Rasul kecuali Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada Tuhan kecuali Aku, maka sembahlah Aku”. (Qs. al-Anbiyaa [21]: 25)

 

“Katakanlah bahwa saya diperintahkan hendaklah saya menyembah pada Allah dan saya tidak menyekutukan-Nya. Saya mengajak kepada-Nya dan kepada-Nya tempat kembali”, “Katakanlah bahwasanya diwahyukan kepadaku sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan yang satu, maka apakah kamu taslim (pada hak)? (Qs. ar-Ra’d [13]: 36)

 

“Sungguh Kami telah mengutus Nuh pada kaumnya, (Nuh berkata) sesungguhnya aku bagi kamu adalah pengingat yang nyata. Bahwasanya janganlah kamu menyembah kecuali Allah, sesungguhnya aku takut atas kamu azab pada hari pedih” (Qs. al-Huud [11]: 25 dan 26)

 

Jadi dari sini kita dapat memahami bahwa para nabi sebelum datangnya nabi muhammad saw di dalam islam juga menyeru manusia kepada tauhid atau monotheysme yaitu percaya kepada satu tuhan dan menolah pemahaman politheysme yang percaya pada banyak tuhan. Di dalam al-quran begitu banyak cerita para nabi-nabi terdahulu dan dari cerita-cerita nabi yang tercantum di dalam al-quran kita dapat mengetahui bahwa perjuangan para nabi-nabi terdahulu melawan para penguasa terdahulu adalah semata-mata untuk menyeru manusia kepada tauhid karena masyarakat dahulu mempunyai pemahaman poytheisme yang percaya kepada banyak tuhan, maka diutuslah nabi untuk menyeru manusia kepada jalan yang benar. Contoh seperti nabi ibrahim as dengan raja namrud yang berpaham polytheisme nabi ibrahim selalu mematahkan argumen raja namrud mengenai ketuhanan dan nabi ibrahim as selalu menyeru umatnya untuk menembah tuhan yang satu yaitu allah yang esa.

 

Penjelasan al-quran inilah yang membuktikan pada kita bahwa di dalam agama islam bukanlah agama yang menganut paham polytheisme tetapi konsep ketuhanan yang dianut oleh agama islam yang terdapat dalam al-quran ialah murni menganut paham monotheisme karena islam sangat menjunjung tinggi prinsip tauhid yaitu percaya dan beriman pada tuhan yang esa, karena itulah yang dibawa oleh nabi muhammad saw dalam menyebarkan agama islam yaitu menyeru kepada manusia untuk kembali kepada tauhid, maka dari itu jika seseorang ingin masuk ke dalam agama islam mempunyai syarat-syarat pokok yaitu dengan mengucapkan syahadat yaitu mengakui bahwa tiada tuhan selain allah dan muhammad adalah rasul allah. Syahadat adalah pokok dari agama islam karena pokok agama islam dan seluruh isi al-quran adalah menyeru manusia kepada tauhid.

 

KRISTEN

 

Selama ini kebanyakan manusia beranggapan bahwa agama kristen adalah agama yang menganut paham trinitas yaitu percaya pada 3 tuhan. Apakah agama kristen yang sebenarnya menganut paham trinitas ? ataukah monotheisme ?. bukan hanya islam dan yahudi saja yang menolak rumusan trinitas kristiani tradisional. Gereja awalpun akhirnya terpecah akibat konsep sifat tuhan dalam pandangan agama kristen. Maka sebenarnya banyak pendukung bahwa yesus adalah manusia biasa dan hanya seorang nabi dan utusan tuhan dan bukanlah sebagai tuhan di dalam kristiani awal.

 

Bukan hanya para adopsionis kristiani awal yang menolak konsep trinitarian. Kristiani awal juga dicirikan oleh kelompok-kelompok yang dikenal sebagai subordinasionis. Bahkan, seseorang bisa menjadi subordinasionis tanpa perlu menjadi adopsionis. Maka, origen dan aleksandria (184-254) terkadang disebut bapa arianisme, karena ia beranggapan bahwa yesus adalah subordinat dihadapan bapa, dan bahwa roh kudus adalah subordinat dihadapan bapa maupun putra. (Dirk F,Jerald, Abrahamic Faiths, Jakarta, 2006 : Serambi)

 

 

Jadi mungkin kita dapat mengetahui sekarang bahwa pemahaman agama kristen mengenai konsep tuhan telah jelas, bahwa doktrin trinitas berkembang secara perlahan sepanjang beberapa abad dan bukanlah ajaran sebenarnya, karena pada awalnya kaum kristiani awal berjuang untuk memperjuangkan pemahaman kristen yang monotheistik yang percaya satu tuhan dan yesus dan roh kudus hanyalah subordinat dari ketuhanan dan memandang yesus tidak lebih dari seorang manusia biasa yang diutus sebagai nabi yang membawa kitab injil untuk bani israil. Dan pemahaman seperti inilah yang merupakan ajaran agama kristen sebenarnya yang merupakan ajaran agama kristen pada awalnya yang dipertahankan oleh kristiani awal.

 

Demikianlah penelitian mengenai kristen awal yang tidak sepakat mengenai konsep trinitas ketika menyinggung sifat-sifat tuhan. Mereka yang menyeru keesaan tuhan melalui pandangan subordinasionis atau adopsionis pada umumnya sejalan dengan pandangan islam tauhid, yaitu keesaan tuhan.

 

HINDU

 

Agama hindu adalah agama yang tua jauh lebih tua dari agama yahudi yang merupakan agama samawi tertua. Dan kebanyakan manusia sekarang memandang konsep ketuhanan agama hindu adalah agama yang memahami ketuhanan secara polytheisme atau banyak tuhan. Karena agama hindu mempunyai banyak nama dewa di dalam kitab sucinya. Apakah agama hindu mempunyai pemahaman dalam konsep tuhan polytheisme ? atau menganut paham monotheisme ?

 

Kalo kita melihat kitab suci umat hindu terlintas di dalam benak kita bahwa agama hindu menganut paham polytheisme karena terdapat dalam kitab sucinya yaitu Weda tuhan memiliki empat nama sehingga ini menandakan buat kita bahwa agama hindu adalah agama polytheisme tetapi jika kita beranggapan seperti itu maka kita akan salah, karena agama hindu seperti islam jika didalam Weda terdapat 4 nama tuhan bukan menandakan bahwa ada 4 tuhan dan banyak tuhan begitu juga dengan islam bahwa tuhan yang maha esa memiliki 99 nama dan hindupun juga begitu dalam konsep pemahamannya mengenai tuhan. Bahkan agama hindu mempunyai banyak nama tuhan yang lebih dari islam. Dan bukan berarti mempunyai banyak nama tuhan menyatakan bahwa tuhan dalam agama hindu adalah banyak tuhan. Tetapi agama hindu pada dasarnya adalah agama yang menganut paham monotheisme yang percaya pada 1 tuhan.

 

 

Mahatma Gandhi memberikan kita pedoman yang baik sekali:”Nama-nama itu adalah sebutan deskriptif dari Tuhan yang Esa. Para pujangga keagamaan telah memberi persemayaman lokal maupun nama pada atribut Tuhan yang tidak terhitung jumlahnya. Dan hal ini tidak ada salahnya karena ia tidak disalahartikan oleh pemujanya maupun pihak lain. Bila manusia memuja Tuhan dia kan membayangkannya menurut kecenderungannya sendiri. Nahkan bila kita berdoa kepada Tuhan yang sama sekali tanpa bentuk maupun atribut sesungguhnya kita sudah memberikannya sifat-sifat. “ (Oka GD, Bagus, Mahatma Gandhi, Bali, 1982 : Yayasan Bali Canti Cena)

 

Jadi kita dapat mengetahui bahwa dalam agama hindu juga mengandung ajaran yang menyeru manusia kepada tuhan yang maha esa. Jadi yang selama ini kita ketahui mengenai agama hindu yang kita anggap percaya pada banyak tuhan atau polytheisme ternyata adalah agama yang mempunyai konsep ketuhanan monotheisme. Bukti ini dapat kita lihat banyak ungkapan di dalam kitab suci umat hindu yaitu weda yang menyatakan bahwa tuhan itu adalah esa maka dari itu nama-nama tuhan yang beraneka macam di dalam weda tersebut adalah nama-nama tuhan menunjuk pada tuhan yang satu. Bukan berarti menunjuk pada banyak tuhan.

 

Menurut saya ajaran-ajaran agama islam,kristen dan hindu yang telah kita bahas tadi adalah ajaran yang sama-sama menyeru manusia pada tuhan yang esa dan memiliki pemahaman ketuhanan monotheisme. Menurut pemikiran saya bahwa ajaran yang dibawa oleh ketiga agama tersebut mempunyai dasar yang sama yaitu demi menunjuki manusia kepada tauhid atau keesaan tuhan yang sebelumnya umat manusia percaya kepada banyak tuhan.

 

Paham monotheisme bukanlah berarti paham yang hanya dimiliki oleh suatu agama saja. Pada dasarnya ketiga agama ini mempunyai tujuan dan pandangan yang sama mengenai ketuhanan. Hanya saja yang membedakan ketiga agama ini adalah hanya bentuk (form) dari monotheisme masing-masing. Jadi walaupun sama-sama mempunyai konsep pemahaman mengenai tuhan secara monotheisme tetapi ketiga agama tersebut mempunyai cara masing-masing mengenai pemahaman monotheismenya masing-masing. Jadi setiap agama mempunyai caranya masing-masing dalam memandang ketuhanan walaupun pada dasarnya sama tetapi hanya saja caranya yang berbeda yang membedakan agama tersebut. Monotheisme pada dasarnya adalah percaya kepada tuhan yang esa dan dalam menuju manusia kepada kepercayaan ketuhanan yang esa setiap agama mempunyai tata cara nya masing-masing dalam menuju tujuan tersebut.

 

 

Setiap agama mempunyai kitab suci dan mempunyai ajarannya masing-masing maka setiap agama mempunyai tata cara yang berbeda dengan agama yang lain. Dan setiap umat manusia selalu mengharapkan bahwa dirinya mempunyai hubungan yang khusus dengan tuhan, tetapi dalam manusia menuju kepada hubungan antara manusia dengan tuhannya setiap manusia selalu memandang agama sebagai kefanatikan dan memandang bahwa agamanyalah yang paling benar dan menyalahkan agama yang lain yang mempunyai tata cara dan memiliki ajaran yang berbeda dari yang dia anut. Sikap seperti inilah yang menghancurkan persatuan umat manusia.

 

Ketiga agama tersebut jelas sama-sama menganut paham ketuhanan monotheisme atau percaya dengan satu tuhan atau tuhan yang esa. Dan dengan kesamaan ini kita dapat mengetahui bahwa ajaran-ajaran yang terdapat di dalam ketiga agama ini adalah sama yaitu menyeru kepada ketuhanan yang satu atau kepada ketuhanan yang maha esa dan tidak menyetujui tentang banyak tuhan, maka dari itu bahwa semua agama yang menganut paham monotheisme adalah agama yang memang ajaran pada dasarnya dan belom tercampuri oleh sesuatu doktrin dari pemahaman lain.

 

Jadi agama yang sebelumnya kita anggap sebagai agama polytheisme ternyata agama tersebut mengandung ajaran monotheisme yang tidak kita ketahui konsep monotheisme ajaran agama tersebut. Karena setiap agama memiliki kitab suci dan ajaran-ajaran yang berbeda-beda. Mungkin kita harus melihat substansi ajaran agama tersebut jangan hanya melihat kulitnya saja contoh seperti pada agama hindu dengan melihat ada 4 nama tuhan maka langsung kita mengambil kesimpulan bahwa ajaran agama hindu dan konsep pemahaman tentang ketuhanan agama hindu adalah polytheisme tetapi setelah kita mengethuai substansi dari ajaran tersebut kita baru dapat mengetahui bahwa ajaran yang terdapat pada agama tersebut adalah ajaran yang menyeru manusia pada keesaan tuhan dan merupakan konsep pemahaman monotheisme yang dia anut yang dengan tata caranya sendiri dalam mengintrepretasi ajaran monotheisme tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

PENUTUP

Agama islam,kristen dan hindu adalah ketiga agama yang mengandung paham monotheisme dengan beragam cara yang berbeda-beda dengan memahami arti dari monotheisme masing-masing. Dengan berbagai bentuk setiap agama tersebut memiliki kitab suci dan ajaran-ajaran agama masing-masing. Maka sekarang kita mengetahui jalan menuju kepada tuhan yang maha esa dan tuhan yang satu tidak hanya mempunyai satu jalan saja tetapi ketiga agama-agama ini mempunyai jalannya masing-masing untuk mencapai kepada tujuan tersebut. Caranya berbeda tetapi memiliki tujuan yang sama yaitu menyeru manusia kepada tuhan yang satu yaitu tuhan yang maha esa dan bukan menyembah kepada banyak tuhan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Prof. Dr. Mukti Ali, guru besar ilmu perbandingan agama pada Institut Agama Islam Negeri Sunan Kalijaga

Muthahari,Murtadha, Kenabian Terakhir, Jakarta,2005 : Lentera

Qs. al-Anbiyaa [21]: 25

Qs. ar-Ra’d [13]: 36

Qs. al-Huud [11]: 25 dan 26

Dirk F,Jerald, Abrahamic Faiths, Jakarta, 2006 : Serambi

Oka GD, Bagus, Mahatma Gandhi, Bali, 1982 : Yayasan Bali Canti Cena

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s