Paradigma Pendidikan Islam

saya melihat bagaimana bangsa indonesia membentuk bangsa yang kita lihat sekarang ini adalah merefleksikan kualitas pendidikan di indonesia, walaupun saya tidak meng-klaim bahwa hanya satu sebab yaitu pendidikan akan tetapi pendidikan adalah salah satu yang memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan bangsa yang mengaku selalu mengedepankan pendidikan dan mensejahterakan para gurunya

pendidikan terutama pendidikan di bangku sekolah adalah hal sangat penting bagi kontruksi kerangka pemikiran seseorang disaat dewasa nanti, melalui pendidikan sekolah seorang anak memiliki pandangan hidup yang kelak akan menjadi ideologi di saat ia dewasa nanti dan akal nya sempurna.

peristiwa kekerasan dalam kehidupan beragama,anarkisme,fundamentalis,radikalisme kita lihat makin mengepakan sayapnya di bumi pertiwi ini. jika dahulu kawasan asia dijuluki sebagai kawasan yang damai dan ramah, terutama di indonesia yang dikenal keramahannya dan keindahan alamnya, terutama penduduknya yang multi etnis

bhineka tunggal ika adalah simbol bahwa negara kita yang multi etnis,ras, dan agama tetap menjaga perdamaian dan kesejahteraan dengan mendahului kepentingan bersama diatas kepentingan kelompok bangsa ini menjadi bangsa yang menjunjung persatuan diatas potensi perpecahan yang diakibatkan oleh perbedaan

yang uniknya sekarang dalam pendidikan sekolah para guru agama di sekolah menanamkan ide-ide kepada anak didiknya untuk berpikir fundamentalis dan radikalis. hal seperti ini lah yang menjadi bom waktu bagi persatuan indonesia hal seperti ini lah yang menjadi antitesis bagi pancasila.

seperti sejak di sekolah kita diajarkan bahwa teman sebangku kita yang berlainan agama akan masuk neraka dan akan disiksa di neraka dan kita tidak akan dapat berkumpul dengannya lagi. sedangkan di sisi yang lain sekolah mengajarkan kita selalu menjaga kerukunan diajarkan pancasila, bagaimana kita dapat menunjukan toleransi agama dalam kehidupan sebenarnya jika pandangan hidup seorang anak sekolahan seperti itu, ini lah akar dari fundamentalisme yang akan bermuara terhadap perbuatan radikalis yang tidak dapat memaafkan perbedaan atas nama tuhan

pendidikan islam ialah seharusnya menggambarkan bagaimana agama tersebut, karakter seseorang muslim haruslah menggambarkan agamanya yang damai dan sejahtera bukan mengekpresikan agama yang kejam dan keras, yang sangat disayangkan adalah guru agama lebih sering menanamkan pengetahuan kepada siswanya agama yang digambarkan sebagai tuhan yang keras yang tidak dapat memaafkan perbedaan, bukan islam yang ramah tetapi islam yang marah. pada akibatnya pada saat ini di bumi pertiwi mulai timbul segala tindak kekerasan atas nama agama.

saya kira merubah paradigma pendidikan islam adalah satu-satunya jalan keluar yang paling baik

 

Artikel Terkait :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s