Makna umroh dan Haji

kita dapat melihat fenomena musim haji sebagaimana kita lihat bahwa semua umat muslim dunia berbondong-bondong melaksanakan ritual suci ibadah haji pada bulan haji, diluar bulan haji haramain (dua kota haram mekkah dan madinah) juga tidak pernah sepi, begitu banyak muslim dari segala penjuru dunia melaksanakan umroh sehingga ka’bah sebagai sentral tempat semua muslim menghadap tidak perla sedikitpun luput dari kunjungan umat muslim yang merindukan bangunan yang orang sebut baitullah (rumah tuhan)

membicarakan bangunan suci ka’bah sudah pasti membicarakan sosok seorang revolusioner pejuang agama tuhan,bapak para nabi,bapak agama samawi,bapak tauhid yaitu nabi ibrahim as, mengapa nabi ibrahim as disebut kalilullah ?

ada satu dialog penting yang  saya akan kutip untuk menggambarkan mengapa nabi ibrahim as memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah swt

Nabi Ibrahim Alais Sallam pernah ditanya:

“Wahai Ibrahim, apa sebabnya Allah menjadikanmu orang kesayangan-Nya?” Nabi Ibrahim menjawab: “Karena tiga perkara, yaitu:

Aku selalu mengutamakan perintah Allah di atas perintah selain Allah;

Aku tidak pernah mengkhawatirkan sesuatu (rezki) yang urusannya telah ditanggung oleh Allah;

Aku tidak senang makan, baik pada sore hari maupun pagi hari, kecuali bersama tamu.”

Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa Ibrahim AS, pernah berjalan satu atau dua mil untuk mencari orang yang mau menemaninya makan.

( Kitab Nashaihul Ibaad)

di pelataran ka’bah kita akan melihat sebuah monumen hanya sekitar 3 meter dari sisi kabah yaitu sebuah telapak kaki nabi ibrahim as, yang biasa disebut maqam ibrahim, maqam disini bukan berarti kuburan sebagaimana bahasa indonesia yang menyerap bahasa arab, akan tetapi maqam disini ialah memiliki arti “tempat berdiri” seperti pada ayat berikut ini

وَاتَّخِذُواْ مِن مَّقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى وَعَهِدْنَآ إِلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

”Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, yang rukuk dan yang sujud” (al-Baqarah:125).

pada zhahirnya setelah selesai thawaf kita sholat dibelakang maqam ibrahim, dan secara bathinnya maksud ayat ini adalah kita yang melaksanakan umroh dan haji menjadikan maqam ibrahim tempat sholat (hubungan kita dengan tuhan) sebagaimana hubungan antara ibrahim dan tuhannya, bagi jamaah haji dan umroh diharapkan dapat menjadi sosok ibrahim-ibrahim baru bagi masyarakatnya, sebagaimana nabi ibrahim as di babilonia yang di tentang oleh umat dan keluarganya,

apalah artinya ritual tanpa pemahaman makna dari segala penggambaran simbolik yang terdapat dalam ibadah haji dan umroh, semoga kita dapat memahami segala pesan simbolik dalam perjalanan suci ini. dan semoga diberi kesempatan untuk mengunjungi tempat suci ini setiap tahunnnya. amin ya rabbal alamin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s