Prinsip dasar mengajar efektif Psikologi

Prinsip pertama dari 7 prinsip ini muncul pada tahun 1987 dengan artikel yang berjudul cukup tepat “7 prinsip untuk latihan yang baik dalam pembelajaran sarjana”  (Chickering & Gamson, 1987) walau difokuskan untuk pembelajaran sarjana, prinsip-prinsip ini juga dapat diaplikasikan dengan sama baiknya untuk mengajar psikologi pada segala tingkatan.

yaitu sebagai berikut

1.meningkatkan  mahasiswa melalui kontak

selalu berhubungan antara murid dan seorang guru baik di dalam kelas maupun di luar kelas adalah sangat penting untuk memotivasi dan menjaga keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran. ketika murid menyadari bahwa seorang guru perduli terhadap peningkatannya dalam pembelajaran, mereka akan berusaha keras dan sangat ulet untuk mengerjakan tugas, sekalipun tugas itu sangat sulit. selanjutnya pengalaman untuk mengetahui, beberapa guru secara individual dapat meningkatkan intelektual dan emosional siswa dalam komitmennya untuk belajar.

2. Meningkatkan kerja sama antara murid

belajar dapat memotivasi, ketika itu terjadi sebagai bagian dari usaha sebuah kelompok. seperti kerja yang efektif , belajar efektif dapat memunculkan lebih sering pandangan melalui kerja sama sosial dibandingkan dengan usaha sendiri dalam atmosfer sebuah kompetisi . kerja sama dalam belajar juga memberika keuntungan kepada murid dalam pembangunan sosialisasi dan tanggung jawab murid saat berinteraksi dengan orang lain mengenai ide dan pemikiran yang luas dan yang tidak ia ketahui

3. meningkatkan pembelajaran aktif

“belajar itu bukan menonton olahraga” (Chickering & Gamson, 1991, p.
66)

murid belajar,mempertahankan argumen dan mengetahui lebih dari materi yang diajarkan ketika mereka aktif terlibat dalam pembelajaran. dengan berbicara,menulis,bertanya,berdebat,mempraktekan dan menghubungkan dengan yang mereka ketahui sebelumnya lebih efektif dari pada duduk dengan pasif dan informasi dalam pelajaran akan sia-sia.

4. berikan umpan balik yang cepat

untuk memfokuskan mereka dalam usaha belajar, murid membutuhkan umpan balik atas apa yang ia ketahui dan yang tidak ia ketahui. umpan balik ini seharusnya akan cukup untuk membimbing usaha murid. ini dapat diambil dari beberapa materi ajar sebelum ujian dengan sebuah quiz,latihan,makalah,projek dan tugas lainnya yang dapat menolong murid seberapa jauh pengetahuannya dan apa yang harus dia kerjakan untuk mencapai tujuannya dan mencapai target nilai.

5. menekankan “waktu pada tugas”

studi laboraturium menunjukkan bahwa beberapa bentuk belajar dapat membawa tempat tanpa kesadaran perhatian. tetapi dalam pelajaran psikologi ini tidak dapat digantikan untuk mendapatkan perhatian dan mencurahkan waktu untuk mempelajari tugas. guru dapat memulai peran penting untuk penjelasan yang cukup. “waktu pada tugas” dengan memfokuskan pada setiap sesi kelas pada materi ajar untuk diajarkan dalam pembelajaran, bukan pada hal sepele dan diskusi yang tidak penting. itu juga dapat memberikan pelajaran pada murid untuk menggunakan waktunya secara bijaksana. kedua hal ini efisien dan efektif untuk mempelajari kemampuan dan hubungannya dengan manajemen waktu. jadi, ini membantu mendatangkan usulam dari seseorang atau mengarahkan pada bimbingan konseling kampus. ini dapat memberikan bantuan yang penting untuk belajar pada mereka yang kita inginkan

6. komunikasi harapan tertinggi

harapan yang banyak dari murid dan begitu juga harapan dari seorang guru untuk memenuhinya. seorang guru haruslah memiliki harapan pencapaian yang tinggi agar dapat memaksimalkan potensi muridnya. dari orang-orang yang dapat memberikan pencerahan dan termotivasi kepada orang yang kurang baik dalam persiapan dan kurang percaya diri untuk memaksimalkan dirinya. ketika murid itu berpengalaman dan guru mereka memilki harapan yang tinggi itu akan menjadi kenyataan. jika ada hambatan, kepercayaan diri akan membawanya dirinya sendiri untuk selalu bersinar. (lihat Treisman, 1985)

7. menghargai beragam bakat dan model pembelajaran

seperti orang-orang pada umumnya, murid berbeda-beda pada dirinya sendiri dengan orang lain dalam banyak hal termasuk apa yang ia ketahui. apa bakatnya, bahkan kesukaan mereka pada model pembelajaran. seorang murid bisa saja aktif dalam sebuah model kelas diskusi akan tetapi pasif pada saat study laboraturium. seorang murid harusnya dibuatkan kesepakatan sesuai kemauannya dalam suatu tugas penting. karena mungkin dia akan kurang bisa beradaptasi dan perhatian pada tugas itu. tugas beracu pada teori yang abstrak atau perkelompok untuk memecahkan seuatu masalah. bahkan jika bisa, berikan pada murid kesempatan untuk menunjukkan bakat dan kemampuannya itu akan sangat efektif bekerja pada mereka. akan tetapi, jangan ragu-ragu untuk memberikan tantangan pada mereka dengan model pembelajaran yang baru dan itu sangat tidak mudah.

 

Artikel Terkait :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s