Geosentris atau Heliosentris ?

Berawal dari mengikuti kelas psikologi agama yang sebenarnya bukan kelas saya akan tetapi karena waktu kosong kuliah maka saya ikut masuk kelas tersebut, pembahasan sampai pada kosmologi, yaitu pergulatan pemikiran ahli kosmologi yang diwakili para astronom dan dari sisi agama yang diwakili oleh para ulama yaitu seputar 2 teori besar antara

 

Geosentris (bumi sebagai pusat) dan Heliosentris (matahari sebagai pusat)

 
Sang dosen mengomentari karya syaikh utsaimin dan ahmad sabiq yang terkenal dengan ulama islam yang membela teori geosentris di dalam tubuh islam walaupun ilmu pengetahuan telah membuktikan berdasarkan teori-teori yang ada mengenai kesalahan dari teori geosentris, akan tetapi berangkat dari kacamata agama, maka hanya ilmu pengetahuan tuhan yang mutlak dan selainnya binasa. Maka dari itu tuhan selalu benar dalam segala hal, akan tetapi yang menjadi permasalahan disini apakah yang tuhan tujukan di dalam ayat tersebut sama seperti maksud dari syaikh utsaimin dan ahmad sabiq tafsirkan ? sangat berbeda antara mengatasnamakan tuhan dengan maksud tuhan sesungguhnya. Penelitian yang perlu dilakukan atas permasalahan ini.
Berawal sebelum renaisance bahwa yang kita pelajari ialah teori geosentris menguasai segala ilmu pengetahuan di dunia dari ahli astronom ptolemeus, sampai pada zaman copernicus yang mulai melahirkan teori heliosentris pertama kali (akan tetapi ada pendapat bahwa copernicus terilhami oleh seorang tokoh muslim al-battani) karena kekuasaan ada di tangan gereja pada saat itu “extra ecclesiam nulla sallus” (tidak ada kebenaran di luar gereja) sebagaimana di dalam alkitab yang menganut geosentris pada saat itu, maka cpernicus memilih untuk diam, sampai kepada galileo yang memperkenalkan pemikiran tersebut kepada dunia dan diasingkan oleh paus sampai akhir hidupnya, dan saat ini ilmu pengetahuan alam membuktikan kebenaran teori tersebut.
Berawal dari ayat al-quran

wasysyamsu tajrii limustaqarrin lahaa dzaalika taqdiiru l’aziizi l’aliim
[36:38] dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

 
Menurut kedua ulama tersebut ini dapat dijadikan bukti bahwa matahari mengelilingi bumi. Memang pada saat itu di abad ke-6 ilmu pengetahuan belum memahami betul bagaimana astronomi, sehingga dalam pengelihatan kita yang di bumi terlihat seperti matahari yang berputar mengelilingi bumi. Akan tetapi indera adalah salah satu alat epistemologi yang sangat lemah.
Lalu dosen saya berkata bahwa wajar pada saat itu ilmu pengetahuan belumlah sampai pada pengetahuan seperti ini, dan hanya terbatas pada apa yang dapat dilihat oleh indera
Sekilas statement ini terlihat benar akan tetapi terdapat kontradiksi dengan kebenaran alquran, yaitu
1.    Alquran bersifat universal bukan parsial
2.    Alquran sampai akhir zaman, maka pembahasannya tidak terbatas pada suatu zaman tertentu
3.    Di dalam surat yang lain bahkan alquran menjelaskan SAINS yang berabad-abad kemudian baru ditemukan kebenarannya

awa lam yaraalladziina kafaruu anna ssamaawaati wal-ardha kaanataa ratqan fafataqnaahumaa waja’alnaa mina lmaa-i kulla syay-in hayyin afalaa yu/minuun

[21:30] Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?

Teori yang dikenal teori Big Bang sudah alquran firmankan kepada manusia sejak zaman jahiliyah dahulu

Menurut hemat saya kita harus membagi kepada 2 hal yaitu matahari sebagai  realitas diluar angkasa nan jauh disana, dengan matahari yang terlihat dari bumi (seakan-akan bergerak mengelilingi bumi) jika diluar angkasa sana memang benar-benar bahwa matahari sebagai pusat tak dapat diungkiri akan tetapi bahwa yang dimaksud dalam surat yasin tersebut ialah bahwa matahari juga bergerak akan tetapi bukanlah bergerak sebagaimana bumi mengelilingi matahari, dan ayat tersebut juga dapat menjelaskan matahari yang sebagaimana dilihat dari bumi sehingga seakan-akan bergerak, sebagaimana nabi ibrahim as meminta namrud untuk memindahkan terbitnya matahari, karena dalam penglihatan manusia matahari yang bergerak bukanlah bumi.

Dari penjelasan ini maka akan dapat kita lihat bahwa sesungguhnya alquran bukan lah menganut teori geosentris dan sama sekali tidak bertentangan dengan teori yang ada, inilah yang membuktikan bahwa alquran memang benar-benar kitab tuhan, alquran bersifat kebenaran mutlak akan tetapi penafsiran pada kitab suci tersebut yang tidak bersifat mutlak sebagaimana juga kitab suci lainnya sebagaimana injil yang kita kutip tadi

Mochammad Fahlevi
Jakarta

Artikel Terkait :

9 thoughts on “Geosentris atau Heliosentris ?

  1. Al-Qur’an itu bersifat umum and universal itu knapa saya gak pernah berani mempelajari tafsir Qur’an sendiri, takutnya salah tafsir dan malah jd menebak-nebak…..🙂

    • sebenernya jika hanya sebatas artinya kita sendiri tidak masalah, akan tetapi jika tafsir suatu ayat itu harus ahlinya karena banyak ilmu dan metode yang harus dikuasai untuk menafsirkan suatu ayat

  2. Pingback: ANNE, BULAN YANG HANYA BERPUTAR MENGELILINGI BUMI « sweetyvinz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s