Sekolahku Daerahku

Berawal dari sebuah tugas dari mata kuiah “administrasi pendidikan” saya ditugaskan untuk melakukan observasi non partisipatif ke sebuah sekolah yang berbasis SMP terbuka yang ada di daerah ciseeng babakan, bogor. Dalam bayangan saya sebelumnya bahwa sekolah itu tidak begitu jauh dari pusat kota bogor atau dari keramaian padat penduduk, akan tetapi pendapat saya salah ternyata sekolah ini jauh dari kota bogor dan jauh dari keremaian penduduk, benar-benar menggambarkan kehidupan desa walaupun jaraknya tidak begitu jauh dari pusat kota jakarta yang merupakan kota terpadat dan tersibuk di indonesia. SMP terbuka ini bernama Cendekia yang dinaungi oleh sebuah yayasan, karena biasanya sekolah terbuka dinaungi oleh yayasan untuk pendanaan dan pemerintah hanya menanggung bagian administrasi saja. Setiap sebuah sekolah terbuka harus menginduk pada sekolah reguler terdekatnya untuk mengikuti ujian nasional dan mengikuti kurikulumnya.
Banyak hal menarik dari kunjungan saya kesana,ternyata smp terbuka itu sudah berdiri cukup lama. Berawal dari ingin mendirikan sekolah bagi anak-anak yang tidak mampu dan agar anak daerah dapat menjangkau sekolah yang dekat dengan tempat mereka tinggal maka dibukalah smp terbuka ini, sehingga anak-anak daerah setempat dapat bersekolah dengan jarak yang dekat dan biaya yang gratis. Pada awalnya sekolah ini menumpang pada sebuah madrasah lalu ditahun berikutnya bahkan kegiatan belajar mengajarnya dipindah tempatkan pada sebuah rumah dan akhirnya sekarang telah dibangun sebuah gedung sederhana dengan tigas kelas yang sederhana yang dananya berasal dari para donatur,sehingga anak-anak dapat bersekolah dengan nyaman di gedung sekolah tersebut walaupun masih ada bocor disana-sini akan tetapi saya meihat ekspresi mereka semua sungguh antusias dalam setiap pembelajaran. Murid yang lumayan banyak juga menjadi fungsi dari sekolah ini, setiap tahunnya tidak kurah dari 35 murid yang mendaftar pada sekolah tersebut, selain para muridnya yang sungguh membuat saya takjub ialah tenaga pengajar disana yang sebagian besarnya ialah para pemuda yang mempuat semangat tinggi dan sifat sosial yang perlu diacungi jempol, karena memilih untuk mengajar di tempat tersebut dan tinggal pada ruang kantor guru (karena mustahil pulang ke rumah karena jaraknya yang cukup jauh) akan tetapi tetap semangat mengabdikan dirinya pada sekolah tersebut dan tetap mengajar dengan maksimal tidak kalah dengan SMP reguler lainnya, bahkan pada angkatan pertama seorang murid lulusan sekolah tersebut mendapatkan beasiswa masuk ke SMA internasional dan sekarang mendapatkan beasiswa di ITB, ini menunjukan kepada kita bahwa sekolah yang dipandang sebelah mata ternyata memiliki misi yang begitu mulia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana tujuan dari pendidikan di indonesia.

Mochammad Fahlevi

Jakarta

Artikel Terkait :

4 thoughts on “Sekolahku Daerahku

  1. ya menurut saya dengan mensosialisasikan keadaan tersebut kepada masyarakat bahwa pendidikan masih ter sentral kan hanya pada kota-kota besar

    karena kita masih pelajar juga jadi tidak dapat berbuat banyak😦
    (sok muda) haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s