KALIGRAFI BARU

–    Pada  pertengahan abad ke-20 , pertemuan pelukis-pelukis Muslim dengan aliran lukisan abstrak yang mendapat penerimaan luas di Amerika dan Eropa setelah perang dunia ke 2, merupakan awal terbukanya mata seniman Muslim terhadap relevansi wawasan estetik yang berkembang dalam tradisi seni Islam klasik.
–    Muncul lukisan kaligrafi di negri yang tradisi senirupanya kaya;  Iraq, Iran dan Mesir, merupakan tanda tradisi kreatif baru; memadukan modernitas dan tradisi, rasionalitas dan spiritualitas. “Lukisan kaligrafi modern Islam muncul pada saat pelukis-pelukis Arab yang terdidik secara Barat merasakan konflik Timur-Barat dalam diri mereka… Mereka mengagumi kebudayaan Barat dan tidak dapat mengelak dari pengaruhnya, namunmereka tidak ingin ini menghancurkan kepribadian dan jati diri mereka sebagai seniman Timur yang terlanjur karib dengan berbagai  bentuk spiritualitas Timur. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Seni Kaligrafi merupakan salah satu hasil dari ketegangan kreatif Timur-Barat. Tidak hanya pada kehidupan social, politik, moral dan pandangan hidup, tetapi juga dilapangan seni dan kesusastraan. Cinta-Benci
–    Di tangan seniman modern sei Kaligrafi terutama tumbuh sebagai bentuk ekspresi yang personal. Karena itu metode  atau tekhnik mengolah dn menggarap kaligrafi yang dihadirkan juga berbeda, lebih berciri personal dan tidak menaati kaidah yang lazim. Walaupun demikian tujuannya sama yakni menyajikan semangat estetik bercorak religious dan sufistik. Dalam lukisan kaligrafi modern tidak jarang tulisan dipadu secara artistic dengan beberapa motif atau gambar abstrak, menampakkan suasana personal dan bentuk yang mencerminkan kebebasan kreatif si seniman.
–    Menolak pandangan bahwa seni merupakan  hasil mimesis atas kenyataan atau obyek-obyek indrawi.  Yang muncul adalah bagaimana menghasilkan karya seni yang murni berasal dari jiwa, imajinasi dan intuisi seniman.
–    Kemunculan seni lukis kaligrafi memperlihatkan bahwa tidak selamanya seniman Muslim harus bertahan sebagai pengekor seniman Barat.
–    Lukisan kaligrafi muncul di Irak dan Iran paea tahun 1950-an dan berkembang di negri Islam lain. Tokoh-tokohnya; Shakir Hasan (Iraq), Hossein Zenderoudi (Iran), Quraishi (Palestina),Kamal Boulatta (Aljazair), M.Omar dan Mehdi Qotbi (Tunisia)
–    Di Indonesia muncul th 1960-an, dan meluas pada akhir 70-an; Pelopor; A. Sadali, AD Pirous, Amri Yahya, Amang Rahman. Dan yang lebih muda; Syaiful Adnan, Hendra Buana, Hatta Hambali dll.

Abstrak Barat:
Lukisan abstrak lahir dari penolakkan terhadap salah satu dari jenjang atau lapisan realitas, yaitu realitas kasat mata atau penangkapan obyek-obyek di alam syahadah. Penolakkan ini merupakan penentangan terhadap pandangan yang dominan dalam kebudayaan modern bahwa realitas kasat mata merupakan realitas paling utama.
Tradisi seni lukis realis dan naturalis lahir dari pandangan semacam ini, disamping dari kepercayaan terhadap doktrin bahwa seni merupakan tiruan (mimesis) atau representasi (perupaan kembali) atas realitas. Kebalikannya, pelukis abstrak ingin mengangkat jenjang kenyataan lain yang tersembunyi dalam jiwa (baca: pikiran atau imajinasi manusia). Sikap semacam ini bertolak dari pandanga individualistis. Dalam konteks estetika Barat, seorang pelukis abstrak ialah dia yang dalam berkesewnian sepenuhnya melepaskan diri dari kungkungan kebudayaan masyarakatnya.
Abstrak Muslim
Latar belakang pelukis Muslim terhadap abstraksi berbeda, malah berlawanan. Mereka terutama terdorong untuk menjadikan realitas tertinggi kehidupan, yaitu kenyataan yang transenden atau kehidupan spiritual, sebagai tujuan penciptaan. Kenyataan alam transenden tidak terbatas dan tidak mengenal bentuk terbatas. Ini yang ingin diungkapkan melalui abstraksi oleh imajinasi pelukis Muslim. Jadi disini dapat dikatakan pelukis Muslim berangkat dari sikap yang meyakini bahwa yang bersifat kerohanian lebih penting daripada sesuatu yang bersifat material.
Bukan mimesis, bukan bertolak dari bentuk-bentuk lahir, berkesenian yang baik ialah bertolak dari yang paling hakiki dari berkesenian itu sendiri, yaitu mengekspresikan diri, artinya diri sebagai makhluk spiritual. Esensi seni lukis ialah titik dan garis, melalui yang esensi inilah seorang pelukis mengekspresikan dirinya.
Kesimpulan:
–    Kaligrafi bukan tiruan atau representasi dari obyek-obyek yang ada di alam syahadah.
–    Kaligrafi sepenuhnya ciptaan pikiran dan imajinasi manusia sebagai homo intelectus (berdasarkan pandanga inilah maka kaligrafi dipilih menjadi symbol utama seni Islam)
–    Dasar kaligrafi ialah keindahan bentuk yang tak berkaitan dengan peniruan obyek apapun
–    Sepenuhnya ciptaan manusia dengan ikhtiar akal budinya.  ***

Karya seni yang baik, setidak-tidaknya dalam ukuran estetika Islam yang disepakati para ulama seni, tidak ditentukan oleh semata-mata kemahiran dan penguasaan tekhnik serta ketangkasan menangkap berbagai obyek estetik dan menerjemahkannya ke dalam kanvas dalam komposisi tertentu. Karya seni yang unggul dan baik juga sangat ditentukan oleh wawasan intelektual dan pecapaian spiritualitas seseorang serta kearifannya dalam menyerap hakikat keindahan dan kenyataan yang selaras dengan pandangan Islam
Walaupun banyak karya seniman Muslim dihasilkan melalui metode yang sama dan menampilkan obyek estetik yang sama, namun yang membedakan ialah spiritualitas dan tujuan estetiknya. Apa yang seharusnya digemboskan oleh seniman modern dan postmodern, yakni spiritualitas dan tujuan religiusitas, justru dipompakan sepenuhnya oleh seniman Muslim. Dan apa yang seharusnya diisikan pada komponen seni kreatif oleh seniman modern, seperti kecenderungan memberhalakan sensualitas dan unsure hedonistic, malah digemboskan oleh para pelukis Muslim.

Artikel Terkini :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s