Arti Sebuah Buku

image

Buku bukanlah hal asing dalam kehidupan kita, buku merupakan media utama dalam proses transfer knowledge yang bersifat kognitif, tanpa buku pembelajaran akan terhambat, walaupun ingin saya tekankan bahwa pembelajaran dalam prosesnya tidak hanya memusatkan pada aspek kognitifnya saja akan tetapi afektif dan psikomotorik juga merupakan aspek yang penting.

Penemuan kertas di cina telah membuat peradaban baru tradisi menulis diatas kertas yang memudahkan kehidupan ke arah yang lebih baik, sampai pada saat ditemukannya mesin cetak oleh guttenberg tanpa jasa beliau kita tidak akan dapat memegang buku yang kita baca,yang ada di rak lemari kita,yang ada di tas sekolah. Dengan di temukannya mesin cetak membuat perubahan baru ke arah globalisasi dari kemajuan teknologi modern. Buku tidak mengenal batas wilayah dan waktu, ketika mesin cetak ditemukan maka proses pembuatan buku dapat dikerjakan secara massal tidak lagi ditulis tangan oleh banyak orang, dengan produksi yang terkesan singkat dan cepat maka buku dengan produksi mesin cetak dapat meluas pada masyarakat dengan cepat. Moment disaat kita membaca sebuah buku ialah kita dapat kembali ke masa lalu dan merasakan gejolak pemikiran tokoh tersebut. Seorang guru berkata pada muridnya

‘siapa tokoh favoritmu?’

‘fulan’

‘apa kamu ingin berbincang dengan fulan?’

‘ingin,sangat ingin sekali, akan tetapi mustahil,krn si fulan telah mendahului kita’

‘bacalah bukunya,karyanya,biografinya, niscaya kamu akan merasakan berbincang dengannya, bahkan hidup bersamanya’

Pada zaman modern kita mengenal teknologi mengalami kemajuan, sehingga tidak hanya buku yang menjadi media bagi seseorang untuk membaca, skrng di kenal dengan namanya ‘ebook’ yang dapat kita baca di depan laptop atau di tab kita, ebook terkesan lebih praktis dan lebih ekonomis dibanding buku, jujur saja saya salah seorang yang gemar membaca di tab, menurut saya simple dan anti ribet, dengan hanya membawa tab yang beratnya tidak lebih dari 1.5kg saya dapat membaca 180 buku di tab saya.

Permasalahan muncul ketika ebook dapat mensubtitusikan buku, maka eksistensi buku akan terancam, apakah benar orang akan meninggalkan buku? Lebih memilih ebook? Bill gates boss microsoft ketika meluncurkan program reader microsoft untuk menbaca ebook di perangkat, dia berbicara bahwa sampai saat ini buku tidak dapat digantikan dengan ebook maka dari itu kami membuat ebook sebagaimana bentuk kertas buku, sehingga pembaca seakan-akan terbawa dalam suasana membaca buku walau di laptop atau di tab

Buku memiliki kelebihan tersendir, ketika seseorang membaca buku maka pikiran akan terbawa pada alur cerita buku tersebut pembacaan dan fokus pada huruf hanyalah sebuah alam bawa sadar karena pikiran kita sedang terbang ke dalam suasana buku tersebut sebagaimana membuat dunia baru seperti masuk ke dalam pintu kemana saja milik doraemon, sedangkan ketika kita membaca melalui ebook terkesan pembaca akan fokus pada huruf pada ebook tersebut, sehingga dalam penghayatan dan imajinasi ketika membaca menjadi berkurang, maka dari itu selama ini ebook selalu di kemas sebagaimana bentuk buku pada ‘real’ nya.

“buku ialah teman yang paling setia”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s