Zionist sebagai palu bagi negara arab

image

Pada tahun 1967 negara arab dengan jelas dan lantang telah menolak eksisnya negara israel atas perebutan wilayah palestina. Israel dikelilingi lingkungan musuh yang kuat yang hendak menghancurkannya. Pada 1966 terjadi kup sayap kiri di suriah yang membuat suriah menjadi sekutu dekat soviet. Hafez al assad menentang nasser atas kepengecutannya karena menghindari konfrontasi dengan israel. Pada tgl 13 mei 1967 uni soviet menginformasikan bahwa israel akan menduduki wilayahnya, atas laporan intelijen yang diragukan kebenarannya.

Nasser tidak diam saja, ia tidak dapat menahan untuk membela sebagai bangsa arab. Pada 17 mei ia membuat aksi agresif dan provokasi dan bersekutu dengan suriah untuk berperang melawan israel. Ia memberangkatkan 100.000 tentara mesir ke semenanjung sinai, dan memerintahkan tentara PBB meninggalkan wilayah itu. Pada tanggal 22 mei ia menutup teluk aqabah bagi pelayaran israel. Pada tgl 23 mei israel mengumumkan aksi itu sebagai aksi agresif dr mesir terhadap israel. Amerika mendukung israel penuh, sedangkan hanya uni soviet lah kawan bangsa arab.

Setiap orang siap untuk mati dan tidak akan menyerahkan sebutir pasir pun dari negeri ini. Inilah kehormatan terbesar bagi kita, untuk membela negeri kita. Kita tidak akan takut pada kampanye-kampanye kaum imperialis,zionist, atau kaum reaksioner, kita merdeka dan kita telah mengecap rasa kemerdekaan. Kita telah membangun tentara nasional yang kuat dan telah mencapai tujuan kita. Kita membangun negeri kita. Saat ini dilancarkan kampanye-kampanye propaganda, kampanye psikologis, dan kampanye keragu-raguan melawan kita. Kita akan meninggalkan.semua itu di belakang kita dan mengikuti jalan kewajiban dan kemenangan. (pidato di UAR Advanced Air Headquartes, 25 mei 1967, dikutip dalam Walter Lacqueur dan Barry Rubin. ed., The Israel-Arab Reader: A Documentary history of the Middle East Conflict, edisi keempat (London, 1984), hal. 174.)

Setelah mengikuti skenario kehidupan yang panjang rakyat israel terasa trauma dengan pembantaian sebagaimana holocaust terlepas dari kontroversi kebenarannya, kini rakyat israel menghadapi bangsa arab yang bersatu, bagai seorang singa yang melindungi keluarganya, selain ikatan latar belakang atas nama bangsa arab, perang ini juga didasarkan atas persaudaraan suci agama, sehingga dapat kita melihat dengan jelas bahwa ada motif agama yang kuat di dalamnya. Tidak dapat kita ungkiri bahwa yerusalem adalah daya tarik dan penting bagi agama samawi, maka mengklaim yerusalem merupakan hal yang penting atas dorongan agama. Ini semua mendorong perang ini sebagai perang suci sebagaimana perang salib dulu. Saat-saat menakutkan sebelum perang juni 1967 dikenal sebagai Hamtana, anti semit semakin percaya diri bahwa kemenangan ada di tangannya. Perdana menteri Levi Eshkok mulai berpidato kebingungan atas kejadian ini. Sedangkan pemimpin seperti Moshe Dayan dan Yotzhak Rabin percaya diri akan kemampuan angkatan israel.

Untuk perang 6 hari insya allah akan saya lanjutkan…

5 thoughts on “Zionist sebagai palu bagi negara arab

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s