Filsafat Pendidikan Rekonstruksivisme

Reconstruction

Rekonstruksivisme merupakan kelanjutan dari gerakan progresivisme. Gerakan ini lahir didasari atas anggapan bahwa kaum progresif hanya memikirkan dan melibatkan diri dengan masalah-masalah masyarakat yang ada pada saat sekarang ini. Rekonstruksivisme yang dipelopori oleh George Counts dan Harold Rugg pada tahun 1930 ini ingin membangun masyarakat baru, masyarakat yang pantas dan adil.

Progresivisme yang dilandasi oleh pemikiran Dewey dikembangkan oleh Kilpatrick dan John Child juga mendorong pendidikan agar lebih sadar terhadap tanggung jawab social. Namun mereka tidak sepakat dengan Counts dan Rugg, bahwa sekolah harus melakukan perbaikan masyarakat yang spesifik. Kaum progresif lebih suka menekankan tujuan umum pertumbuhan masyarakat melalui pendidikan.

Aliran ini berpendapat bahwa sekolah harus mendominasi atau mengarahkan ke perubahan-perubahan atau rekonstruksi pada tatanan social saat ini. Theodore Brameld, mendasarkan filsafatnya pada dua premis mendasar mengenai pasca perang dunia II:

  1. Kita tinggal dalam satu periode, krisis hebat, yang paling nyata dan fakta bahwa manusia saat ini telah mampu menghancurkan peradaban dalam semalam
  2. Umat manusia juga memiliki potensi intelektual, teknologi, dan moral untuk menciptakan peradabn dunia, “kesejahteraan, kesehatan, dan kapasitas untuk ramah”

Maka pada saat yang dibutuhkan ini sekolah harus menjadi agen utama untuk merencanakan dan mengarahkan perubahan sosial.[1]


[1] Moh Suhardi, 2012, Pengantar Pendidikan: Teori dan Aplikasi, Indeks, Jakarta, hal. 33

Artikel Terkini :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s