Perkembangan Egosentris Anak

image

Seorang anak kecil yang masih dalam tahap perkembangan akan selalu mengalami perubahan, sebagai orang tua bagaimana kita dapat mengawal perkembangannya sempurna, sehingga tidak ada efek negatif kedepannya yang mungkin dampaknya akan muncul di saat anak itu dewasa.

Terutama perkembangan egosentris dari sang anak dimana kesadarannya belum sempurna sehingga pada tahap ini anak kecil merupakan sosok egosentris total

Howard Gardner, seorang ahli psikologi perkembangan dari Universitas Harvard, mengatakan,

Seorang anak kecil merupakan sosok egosentris total bukan karena dia selalu memikirkan kepentingan dirinya. Akan tetapi, justru sebaliknya, dia tidak memiliki kemampuan berpikir tentang dirinya sendiri. Seorang anak yang egosentris tidak mampu membedakan dirinya dengan dunia sekitarnya dan tidak bisa membedakan dirinya dengan orang lain atau objek lain. Dia meanggap orang lain memiliki kesedihan dan kesenangan yang sama dengan dirinya. Dia berpikir bahwa setiap celotehannya pasti dimengerti, dan orang lain memiliki perspektif yang sama dengan dirinya, bahkan hewan dan tumbuhan pun dianggap memiliki satu kesadaran dengan dirinya. Dalam permainan petak umpet, anak kecil akan “bersembunyi” di tempat yang tidak tersembunyi karena egosentrismenya mencegah si anak memahami bahwa orang lain sebenarnya tahu lokasi persembunyiannya. Keseluruhan perkembangan manusia dapat dipandang sebagai proses pengurangan egosentrisme secara terus menerus.
(Wilber, Ken. 2000, A Theory of Everything, Jakarta : Mizan, 48-49)

3 thoughts on “Perkembangan Egosentris Anak

  1. aneh juga. dia bersembunyi di tempat yang gak tersembunyi. kalo menurutku: anak kecil masih memegang prinsip moral yang kuat dan mengkritik teman-teman atau orang lain yang salah. akibatnya mereka bisa saling berantem. beda dengan orang dewasa. orang dewasa sudah segitu dewasa, ngerti dan cuek sampai apatis sama orang lain.

    • Yang dimaksud anak kecil anak dibawah 7 tahun, karena justru 7 tahun adalah fase dari “aku” (egois) menuju “kita” (sosial)
      Justru menurut pertengkaran anak kecil itu karena egoisnya, dia tidak dapat memandang dr sudut orng lain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s