Perintah dan Larangan dalam Ushul Fiqih

halal-haram-listFiqih dalam Al-Quran    

Al-quran berisi hukum-hukum yang telah diatur oleh tuhan untuk umat Islam yang dibawa dan dicontohkan oleh nabi besar Muhammad saww (alquran berjalan) dan menjadikannya uswatun hasanah, berikutnya hukum yang ada dalam Al-Quran kita menyebutnya dengan Fiqih.

seringkali kita menemukan kalimat-kalimat perintah dan larangan di dalam al quran, perintah dan larangan yang terkandung dalam ayat itu menjadi pedoman umat islam sebagai pengaturan dalam kehidupan yaitu yang terkandung dalam fiqih yang ditafsirkan oleh para ulama, sehingga begitu pentingnya aturan/fiqih itu sehingga ada metodologi khusus dalam ushul fiqih (dasar aturan) untuk memahami perintah dan larangan tuhan dalam Al-Quran

Ada maula/tuhan ada hamba

Agama yang mengatur bagaimana hubungan maula dengan hambanya ada hubungan vertikal disini antara atasan dengan bawahan, ketika kita memahami sebuah hubungan horizontal mengindikasikan bahwa permintaan dari invdividu yang satu terhadap lainnya tidak harus dipenuhi karena memiliki kedudukan yang sama (Horizontal). akan tetapi lain hal ketika hal itu terjadi pada hubungan vertikal seperti antara majikan dan bawahannya, Ada interaksi antara tuhan dengan hamba,

Tuhan mengeluarkan perintah dan hamba meminta / doa, jadi adanya hubungan antara keduanya,

Dalam ushul fiqih membahas permintaan tuhan kepada hambanya, yang namanya AMR  / perintah.

Jadi istilah perintah muncul atau permintaan atasan pada bawahan adalah URF (urf dalam bahasa arab kadang diartikan sebagai budaya). Ex, ayah minta kepada anaknya membelikan sesuatu.

  • Menggunakan kata perintah. Ex, inallaha ya’ muru
  • Menggunakan syighoh amr, bentuk yang mengandung arti perintah, ex, aqimu shalata

 

Perintah dari atasan harus dilakukan langsung atau ditunda-tunda ?

  • Harus langsung dikerjakan tanpa ditunda-tunda
  • Tidak harus langsung dikerjakan boleh ditunda-tunda
  • Perintah sendiri tidak mengandung makna langsung atau gak langsung itu bukan dari teks tetapi dari factor lain

 

Apakah perintah itu menunjukkan sekali atau berkali-kali ?

Apakah dikerjakan sekali saja atau berkali-kali ?

  • Perintah tuhan cukup dikerjakan sekali saja
  • Perintah tuhan harus dikerjakan berkali-kali
  • Kata perintah tidak mengandung arti sekali atau berkali-kali tergantung konteksnya

 

Ada 2 macam amr

  • Amr ta’abudi, adalah perintah-perintah dari syariat untuk perbuatan yang diadakan oleh syariat atau agama. Ex, perintah sholat,puasa,haji,zakat
  • Amr tawasuli, perintah dari syariat untuk perbuatan yang lazim dilakukan manusia. Ex, makan dan minum

 

AN NAHYU (LARANGAN)

  • Dengan kata saya larang “yanha”
  • Sighot nahyi. Ex, kata LA yang memiliki arti kata larangan
  • Larangan allah untuk minum khamr apakah selamanya atau hanya suatu waktu, larangan sepakat ulama tidak perlu keterangan untuk mengharamkannya. Jika nahyi langsung , lain dengan perintah yang tidak menunjukkan langsung apa tidak. Jadi perintah larangan untuk langsung ditinggalkan.

Tambahan Kosa Kata:

Mafhum makna implicit

Mantuq makna jelas

Hormati orang yang berilmu (mantuq)

Berarti tidak menghormati orang yang tidak berilmu (mafhum)

Artikel Terkini :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s