Iman dan Pengetahuan

urlSejarah Iman dan Pengetahuan

Pada pembelajaran sejarah maupun perkembangan Filsafat terutama Filsafat Islam yang saya tekankan sangat memandang sinis peran gereja di abad pertengahan yang lalu kita sebut dengan Zaman Kegelapan. pada kasus tersebut gereja dipandang banyak orang (terutama Umat Islam dan para Saintis sekuler) gereja terlalu banyak mengambil peran dalam kehidupan umat manusia. sehingga gereja menjadi manifestasi tuhan di bumi untuk mengukuhkan benar atau salah tidak hanya dalam bidang agama akan tetapi dalam bidang sosial dan ilmu pengetahuan.

Gereja Katolik tidak pernah melepaskan keyakinan tentang kesesuaian prinsipil antara Iman dan Akal budi itu, maka gereja tidak pernah menentang ilmu pengetahuan.

(Magniz-Suseno, Franz. 2005, Pijar-Pijar Filsafat, Yogyakarta, Kanisius, hal.16)

Kasus Galileo yang selama ini kita dengar adalah bukti nyata bahwa gereja kontradiksi dengan perkembangan Sains yang ada, akan tetapi yang menarik adalah Galileo dikagumi di Roma dan memiliki banyak teman di istana Paus, akan tetapi andaikata Galileo mengatakan hal serupa dengan Kopernikus (seorang pastur katolik) kemungkinan besar Galileo tidak akan bermasalah dan berurusan dengan pihak gereja. akan tetapi (dan ini yang sering tidak kita ketahui mengenai kejadian ini) galileo tidak berhenti disitu dia juga mempertanyakan bagaimana hal itu dapat disesuaikan dengan kitab suci, sehingga itu menimbulkan kesan bahwa ia mempersoalkan kebenaran kita suci. pada awalnya gereja hanya ingin membatasi diri galileo pada fisika dan jangan masuk ke dalam bidang teologi, akan tetapi yang perlu kita perhatikan adalah bahwa gereja seharusnya hanya melarang galileo untuk masuk ke dalam ranah teologi bukan melarang temuan nya dalam bidang Sains dan menghukumnya inilah yang sangat di sayangkan, sehingga kejadian ini digunakan sebagai sasaran empuk bagi sebagian pemikir anti Gereja

Thomas Aquinas dalam Teologi Katolik

“Gratia Supponit Naturam” (Rahmat Mengandaikan Kodrat)

     Tuhan dengan rahmatnya mendekati manusia, ia juga senantiasa mempergunakan kodrat manusia yang diciptakannya, wahyu tuhan bukan untuk menggantikan usaha manusia. melainkan untuk melengkapi dan mengangkatnya, keperluan tenta ilmu pengetahuan seharusnya diusahakan dengan akal budi karena kitab suci hanya berbicara pada sesuatu yang tidak dapat digapai akal budi, yaitu tentang hakikat tuhan dan kehendak tuhan itu sendiri.

“Fides Quaerens Intellectum” (Iman Mencari Pengertian)

percaya dalam arti yang sesungguhnya bukan sesuatu yang buta, melainkan manusia berusaha mencari dan berusaha memahami apa yang diimaninya, ucapan itu memiliki lawan “Credo Quia Absurdum” (Aku Percaya karena Tidak Masuk Akal) filsafat dari teologi katolik menolak itu, meskipun kita tidak dapat mengetahui hakikat ilahi akan tetapi iman bukan sesuatu yang buta. Iman dan akal budi dari sang pencipta yang sama sehingga tidak mungkin ada pertentangan.

Heurmenetika Sebagai Jembatan

dalam kasus tadi setidaknya kita dapat mengetahui dan berusaha menggunakan cara pandang dari pihak gereja dan memahami konteksnya bahwa pencarian makna dan penafisran yang lebih luas pada injil yang verbatim belum memadai untuk menjawab segala pertanyaan kritis dari galileo sehingga pihak gereja merasa sulit untuk mensinkronisasikan antara terobosan dalam bidang Sains dengan keyakinan katolik yang terkandung dalam kitab Suci.

Apropiasi (berusaha memahami sudut pandang orang lain seakan kita subjectnya) adalah jalan keluar untuk hubungan inter-subjectivity walaupun kita tidak dapat memahami secara mutlak dan absolut akan tetapi berusaha memahami merupakan hubungan yang baik dan merupakan dampak yang baik dalam hubungan sosial.

Artikel Terkini :

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s