“Relationship” dalam Pendidikan

10215327-smart-nerd-student-in-classroom-raising-hand-with-sad-friendPembelajaran terkadang terlihat sebagai sesuatu yang sederhana dan dapat kita temukan dimana-mana, pembelajaran di dalam kelas merupakan refleksi dari kehidupan di masyarakat, nilai-nilai yang ada dalam suatu masyarakat secara tahap demi tahap ditanamkan pada peserta didik, pembelajaran pada dasarnya mengandung unsur yang kompleks dimana kita sering menyederhanakan dan mereduksi makna pembelajaran hanya terkait dengan faktor dan indikator kognitif saja, hanya sebatas pada pengajaran interaksi antara guru memberikan informasi baru kepada murid.

 

Human Connections

Hubungan merupakan sesuatu yang esensial dalam pembelajaran, mungkin anda bisa berkata “saya tidak dibayar untuk membangun hubungan dengan murid, akan tetapi saya hanya bertugas mengajar, selesai!” tapi ketahuilah bahwa murid tidak akan belajar dari sesuatu yang ia benci, maka dari itu hubungan “relationship” indmerupakan hal yang esensial dalam proses pembelajaran, sebagaimana Stephen Covey pernah berkata, bertindak lah dari sesuatu yang kecil, berusahalah untuk mengerti, bukan dimengerti. kita mungkin dapat memahami bahwa begitu macam ragam sifat dan perilaku murid-murid dikelas, akan tetapi betapapun nakal dan seringkali melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan hati kita hubungan tetap diperlukan, bahkan sering kali kita menemukan, anak yang paling nakal yang paling rajin masuk sekolah. Ketika anda menjadi seorang pengajar anda dituntut menjadi seorang aktor atau aktris, anda harus membangun hubungan antara anda dan murid, walaupun seringkali anda tidak mendapatkan perilaku yang menyenangkan dari murid-murid anda. hubungan dan interaksi menjadi perlu karena pembelajaran bukan merupakan transfer knowledge belaka, akan tetapi sebagaimana kata socrates,

guru adalah seorang bidan yang membantu menyadarkan seseorang untuk melahirkan pemikiran yang cemerlang

 

membangun hubungan dengan murid anda bukanlah sesuatu yang mudah, seringkali kita tidak memahami sudut pandangnya sebagai murid, melihat dari sudut pandang menyebabkan pendidikan yang otoritatif, inilah produk pendidikan lama, dalam pendidikan di zaman modern kini pengembangan pada murid lebih ditekankan, bukan menghilangi peran dari pengajar, akan tetapi optimalisasi dari bentuk pengajaran yang efektif dan efisien, seringkali hubungan antara guru dan murid rusak karena sesuatu yang tidak esensial, sebagai contoh ketika anak menjawab salah 18 dari 20 soal yang ada sang guru memberikan pada nya +2 dan sebuah emoticon senyuman, sehingga anak itu bingung melihatnya dan bertanya pada gurunya, mengapa saya mendapat ini ? kamu telah berusaha menjawab 2 yang benar dan ini harus kamu tingkatkan lagi di ujian selanjutnya. pemberian motivasi menjadi sebuah dorongan bagi murid dan membangun hubungan yang baik dalam pembelajaran di kelas.

2 thoughts on ““Relationship” dalam Pendidikan

  1. jadi ini hubungan guru dengan murid ya? menurutku tambah juga hubungan antar murid agar bisa saling bekrja sama, harmonis dan tidak ada pertengkaran antar murid.
    kalau hubungan guru dengan murid baik, guru akan jadi pemimpin yang hebat dan dicintai murid-muridnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s